Sunday, September 19, 2010

Mbaham-Matta Usulkan Bentuk Perwakilan MRP di Manokwari

DPRD Provinsi Papua Barat saat ini melakukan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang Pemilihan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) periode 2010-2015. Darius Hara, anggota DPRD Provinsi Papua Barat, menemui pengurus Dewan Adat Mbaham-Matta Fakfak untuk mengkonsultasikan rancangan Perdasus ini. Menurut Hara, sosialisasi ini bermaksud meminta masukan untuk perbaikan rancangan Perdasus sebelum dibahas DPRP Papua dan DPRD Papua Barat akhir bulan ini. DPRD Papua Barat bertanggung jawa mempersiapkan perangkat hukum dalam pemilihan MRP. “Perdasus yang ada sekarang benar-benar memberikan kewenangan bagi Dewan Adat untuk berperan dalam mempersiapkan, memproses calon sampai dengan musyawarah pemilihan,” jelas Hara, “Ruang untuk pemerintah dipersempit, tapi pemerintah diharapkan berfungsi sebagai fasilitator untuk proses ini.

Thursday, September 2, 2010

Indikasi Pelanggaran di Awal Kampanye Pilkada Fakfak

Panwas Pilkada Fakfak menyatakan dugaan adanya pelanggaran dalam deklarasi kampanye damai. Indikasi ini tampak dalam pengerahan massa dengan menggunakan puluhan kendaraan tidak sesuai kesepakatan.
Anggota Panwas Pilkada Fakfak, Amiruddin Rumalutur, S. Ag, menjelaskan, semua kendidat telah sepakat menggunakan kendaraan dalam jumlah terbatas saat deklarasi kampanye, namun pengarahan massa dilakukan kandidat dengan kendaraan dalam jumlah tidak terbatas.


Menurut Amiruddin, Panwas akan mengusut indikasi pelanggaran ini. Pelanggaran ini bersifat pelanggaran administrasi.
Saat persiapan pelaksanaan kesepakatan kampanye damai, satu per satu pasangan kandidat dan massa pendukung mendatangi lokasi pelaksanaan deklarasi di sekitar reklamasi pantai Fakfak, dengan banyak kendaraan roda dua dan empat. Usai deklarasi, lebih banyak lagi kendaraan pengangkut massa pendukung berpawai keliling kota Fakfak. Kampanye sesungguhnya baru akan dimulai tanggal 2 September, sehari setelah Deklarasi Kampanye Damai.
(Alex Tethool, Fakfak)

Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Fakfak

Lima pasang kandidat pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Fakfak menyatakan kesepakatan kampanye damai Pilkada Fakfak. Ke lima pasangan kandidat itu masing-masing pasangan nomor urut 1 Mohammad Uswanas dan Donatus Nimbitikendik (akronim MODO), nomor urut 2 Yoel Rohrohmana dan Amin Ngabalin (akronim YONMA), nomor urut 3 Hamid Kuman dan James Nahuway (akronim HAJI), nomor urut 4 Abdul Latif Suaery dan La Japa La Unga (akronim ALALA), serta nomor urut 5 Said Hindom dan Ali Baham Temongmere (akronim SAHABAT).

Berturut-turut, setiap pasangkandidat membaca pernyataan Siap Kalah Siap Menang serta menjaga kedamaian
selama masa kampanye hingga pelantikan kandidat terpilih.Pernyataan kesepakatan kampanye damai ini dilakukan di hadapan Ketua KPU Kabupaten Fakfak, serta disaksikan Bupati Fakfak, Panwas Pilkada Fakfak, Kapolres Fakfak, Dandim Fakfak. Anggota KPU Provinsi Papua Barat juga menyaksikan pernyataan kesepakatan ini.Sebelum pernyataan kesepakatan ini ditanda-tangani para kandidat dan saksi-saksi, anggota KPU Provinsi Papua Barat Filep Wamafma, SH, M.Hum, membacakan keputusan Gubernur Provinsi Papua Barat tentang hari-H pelaksanaan pemungutan suara. Gubernur menetapkan hari pelaksanaan Pilkada Fakfak pada Kamis/23 september 2010.Dipandu Wamafma, pasangan kandidat melepas balon gas ke udara sebagai tanda kesepakatan damai selama masa kampanye. Kampanye dimulai 2 September hingga 19 September 2010.Usai pelaksanaan kesepakatan kampanye damai, pasangan kandidat dan massa pendukung berpawai keliling kota Fakfak. Puluhan kendaraan roda empat dan roda dua beriring-iringan mengangkut massa pendukung dalam pawai sosialisasi Kampanye Damai.
(Alex Tethool, Fakfak)

Dateline Sanksi Dewan Adat Terhadap SAHABAT

**Ketua Dewan Adat: “Mereka Anak Adat yang Tidak Beradab”

Rencana pelaksanaan sanksi Dewan Adat Mbaham-Matta terhadap pasangan kandidat SAHABAT (Said Hindom dan Ali Baham Temongmere) dan Tim Pengusung mereka tidak terlaksana, padahal dateline (batas waktu) pemenuhan sanksi ini telah berakhir pada Senin (30/08).

Sirzeth Gwas-Gwas, Ketua Dewan Adat Mbaham-Matta, menjelaskan, tidak ada informasi yang pasti akan kesediaan atau tidak bersedianya SAHABAT untuk memenuhi sanksi ini.

“Setiap suku di muka bumi ini mengenal adatnya sendiri, walaupun kedua orang itu (Said-Ali) anak adat Mbaham-Matta namun mereka bukan anak-anak yang beradab, tidak punya moral,” tegas Gwas-Gwas, “Semua anak Mbaham tahu cara menyelesaikan masalah secara adat, tapi kalau tidak mengakui, maka mereka bukan anak adat yang beradab!”

Thursday, April 15, 2010

Jumpa Pendengar Radio Komunitas HMS FM

Pada tanggal 14 April 2010 lalu, Rakom HMS FM Mengadakan jumpa pendengar dalam rangka sosialisasi pengurusan ijin Rakom HMS FM ke KPI Provinsi Papua Barat. Adapun sosialisasi yang dijelaskan adalahtu tentang dukungan komunitas terhadap keberadaan radio.

Pada acara ini pula diberi kesempatan kepada para peserta yang hadir untuk meberikan dukungan berupa tanda tangan dan foto copy KTP, hal ini merupakan salah satu syarat untuk dapat mengajukan perijinan radio komunitas.

Peserta yang hadir cukup banyak, acaranya dimulai jam 17.00 WIT namun sempat terhenti sekitar 1 jam karena listriknya padam, kemudian dilanjutkan lagi sampai jam 20.00 WIT

Melalui posting ini kami mengucapkan terima kasih banyak bagi pendengar yang sudah meluangkan waktu dan meringankan langkahnya menghadiri acara jumpa pendengar tersebut. Terlampir juga beberapa foto kegiatan Jumpa Pendengar

Salam,

HMS Fakfak

[gallery]

Monday, February 22, 2010

NAPAK TILAS 115 TAHUN MASUKNYA AGAMA KATOLIK DI FAKFAK PAPUA

Pada tanggal 13-14 Februari 2010, umat Katolik di kabupaten Fakfak merayakan 115 tahun masuknya agama katolik di daerah Kabupaten Fakfak.

Sejarah masuknya agama katolik di kabupaten Fakfak sangat berkaitan erat dengan toleransi umat beragama yang ada di Kabupaten Fakfak, khususnya dengan agama Islam yang sudah masuk lebih dulu di daerah kabupen Fakfak.

Agama Katolik di kabupaten Fakfak diperkenalkan oleh Pastor C. Le Cocq Ardmanfile, SJ (hidup tahun 1846-1896), Pastor Le Cocq tiba di Fakfak pada tanggal 22 Mei 1894, beliau mendarat di daerah Kampung Sekroe yang mana masyarakat di kampung itu sudah memeluk agama Islam, dan oleh masyarakat di kampung Sekroe ini Pastor Le Cocq diminta untuk memperkenalkan agama Katolik buat saudara-saudara mereka yang tinggal di gunung, pastor Le Cock kemudian membaptis 73 anak, di antaranya Markus Homba-homba, dan keturunan dari mereka inilah yang menetap di stasi Torea Paroki St Paulus Wagom. Begitulah sejarah ringkas masuknya agama katolik di Fakfak. Sehingga pada waktu perayaan Napak Tilas masuknya agama katolik di Fakfak, umat islam di kampung Sekroe juga turut merayakannya.

Berikut foto-foto perayaannya

[gallery]

Saturday, January 2, 2010

Ikan Bakar Malam tahun baru 2010

Tak terasa kita sudah memasuki tahun 2010, begitu cepat waktu berlalu, begitu banyak perubahan yang terjadi. Mensyukuri tahun 2009 yang penuh liku-liku dan memohon berkat untuk menghadapi tahun 2010, maka pada perayaan kunci tahun tadi malam HMS Crew beserta beberapa fans membuat acara syukuran dengan bakar-bakar ikan di depan studio HMS.

Selain bakar-bakar ikan, ada juga acara langsung online di jalanan depan studio, dimana DJ Icang mewawancarai beberapa masyarakat kota Fakfak yang kebetulan melintas di depan Studio HMS.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada foto-foto di bawah..

Terima kasih buat teman-teman yang sudah bergabung….

Selamat Tahun Baru 2010, semoga sukses

Salam,

[gallery]