Monday, August 24, 2009

Stigma Justru Menghancurkan Upaya Pencegahan HIV/AIDS

Sumber : koran tempo, 23 Agustus 2009fakfak-hms-purmina-mane

Tren penyebaran HIV/AIDS terus meningkat, jumlah pengidap virus ini pun kian besar dari tahun ke tahun, yang sebagian besar perempuan. Berbagai upaya pencegahan dilakukan, baik oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat di berbagai negara. Beragam forum tingkat dunia pun digelar, seperti Kongres Internasional AIDS se-Asia-Pasifik ke-9 di Nusa Dua, Bali, awal Agustus lalu. Namun, banyak masalah besar masih menghadang. “Kendala terbesar lainnya adalah kita kerap berpikir memperlakukan penderita HIV/AIDS seperti orang yang kena kutukan,” kata Purnima Mane,pakar gender untuk isu-isu kesehatan, terutamaHIV/AIDS. Karena itu, ia menyarankan agar orang dengan HIV/AIDS dilindungi hukum sehingga mereka bisa hidup normal apa adanya Karier Purnima Mane di bidang pencegahan HIV/AIDS cukup panjang sebelum menjabat Wakil Direktur Eksekutif United Nations Population Fund (UNFPA) sejak 2007. Ia penyandang gelar doktor ilmu sosial dari Tata Institute of Social Science, Mumbai, India. Selama 12 tahun, Purnima menjadi guru besar di almamaternya sebelum hijrah ke Program AIDS Dunia di Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa pada 1994. Di Badan AIDS Dunia (UNAIDS), Purnima untuk pertama kalinya memelopori kajian gender dan AIDS hingga mencapai posisi manajer eksekutif pada 1999. Pada tahun yang sama, ia lantas pindah ke Dewan Kependudukan Dunia dan Dana Dunia untuk memerangi AIDS di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Pada 2004, Purnima “pulang kandang” ke UNAIDS. Kali ini posisinya Direktur Kebijakan, Kesaksian, dan Kerja Sama. Ia juga menulis dan menerbitkan buku-buku, termasuk buku tentang aspek-aspek sosial dan budaya AIDS di India. Purnima juga membidani kelahiran jurnal Budaya, Kesehatan, dan Seksualitas.

Selasa dua pekan silam, penasihat khusus gender dan HIV/AIDS Sekretaris Jenderal

PBB Ban Ki-moon ini menerima Andree Priyanto dan Rofiqi Hasan dari Tempo untuk sebuah wawancara khusus di sela- sela kesibukannya mengikuti Kongres Internasional AIDS se-Asia-Pasifik ke-9 di Nusa Dua, Bali, yang bertema “Empowering People, Strengthening Networks”

Silahkan unduh wawancara lengkap (pdf file) koran tempo dengan Purmina Mane pada link di bawah ini

koran tempo - Upaya pencegahan HIV AIDS

Stigma Justru Menghancurkan Upaya Pencegahan HIV/AIDS

fakfak-hms-purmina-maneSumber : koran tempo, 23 Agustus 2009

Tren penyebaran HIV/AIDS terus meningkat, jumlah pengidap virus ini pun kian besar dari tahun ke tahun, yang sebagian besar perempuan. Berbagai upaya pencegahan dilakukan, baik oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat di berbagai negara. Beragam forum tingkat dunia pun digelar, seperti Kongres Internasional AIDS se-Asia-Pasifik ke-9 di Nusa Dua, Bali, awal Agustus lalu. Namun, banyak masalah besar masih menghadang. “Kendala terbesar lainnya adalah kita kerap berpikir memperlakukan penderita HIV/AIDS seperti orang yang kena kutukan,” kata Purnima Mane,pakar gender untuk isu-isu kesehatan, terutamaHIV/AIDS. Karena itu, ia menyarankan agar orang dengan HIV/AIDS dilindungi hukum sehingga mereka bisa hidup normal apa adanya Karier Purnima Mane di bidang pencegahan HIV/AIDS cukup panjang sebelum menjabat Wakil Direktur Eksekutif United Nations Population Fund (UNFPA) sejak 2007. Ia penyandang gelar doktor ilmu sosial dari Tata Institute of Social Science, Mumbai, India. Selama 12 tahun, Purnima menjadi guru besar di almamaternya sebelum hijrah ke Program AIDS Dunia di Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa pada 1994. Di Badan AIDS Dunia (UNAIDS), Purnima untuk pertama kalinya memelopori kajian gender dan AIDS hingga mencapai posisi manajer eksekutif pada 1999. Pada tahun yang sama, ia lantas pindah ke Dewan Kependudukan Dunia dan Dana Dunia untuk memerangi AIDS di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Pada 2004, Purnima “pulang kandang” ke UNAIDS. Kali ini posisinya Direktur Kebijakan, Kesaksian, dan Kerja Sama. Ia juga menulis dan menerbitkan buku-buku, termasuk buku tentang aspek-aspek sosial dan budaya AIDS di India. Purnima juga membidani kelahiran jurnal Budaya, Kesehatan, dan Seksualitas.

Selasa dua pekan silam, penasihat khusus gender dan HIV/AIDS Sekretaris Jenderal

PBB Ban Ki-moon ini menerima Andree Priyanto dan Rofiqi Hasan dari Tempo untuk sebuah wawancara khusus di sela- sela kesibukannya mengikuti Kongres Internasional AIDS se-Asia-Pasifik ke-9 di Nusa Dua, Bali, yang bertema “Empowering People, Strengthening Networks”

Silahkan unduh wawancara lengkap (pdf file) koran tempo dengan Purmina Mane pada link di bawah ini

koran tempo - Upaya pencegahan HIV AIDS

Sunday, August 23, 2009

Kasus Penembakan di Freeport Agustus 2009

Dua bulan terakhir ini (Juli-Agustus) daerah Timika- Papua khususnya di area penambangan Freeport selalu diwarnai dengan insiden penembakan yang telah memakan korban. Pada posting kami sebelumnya (kasus-penembakan-di-freeport-juli-2009) , ada beberapa kliping dari media koran online yang kami kumpulkan, posting ini merupakan lanjutan dari klipping tersebut.

Silahkan klik gambar di bawah untuk melihat klippingnya




Untuk versi lengkap tentang kronologis penembakan di freeport selama bulan Juli-Agustus 2009, silahkan unduh file pdf  pada link berikut (kami ambil dari halaman depan koran tempo, tanggal 24 agustus 2009)

Polisi Selidiki Pemasok Amunisi PINDAD di Papua

Kasus Penembakan di Freeport Agustus 2009

Dua bulan terakhir ini (Juli-Agustus) daerah Timika- Papua khususnya di area penambangan Freeport selalu diwarnai dengan insiden penembakan yang telah memakan korban. Pada posting kami sebelumnya (kasus-penembakan-di-freeport-juli-2009) , ada beberapa kliping dari media koran online yang kami kumpulkan, posting ini merupakan lanjutan dari klipping tersebut.

Silahkan klik gambar di bawah untuk melihat klippingnya

Untuk versi lengkap tentang kronologis penembakan di freeport selama bulan Juli-Agustus 2009, silahkan unduh file pdf pada link berikut (kami ambil dari halaman depan koran tempo, tanggal 24 agustus 2009)

Polisi Selidiki Pemasok Amunisi PINDAD di Papua

Tuesday, August 18, 2009

Konferensi Press Poros Pembaharuan

Belasan Partai Politik di Fakfak membentuk aliansi Poros Pembaharuan untuk mencalonkan pasangan Bupati/Wakil bupati Fakfak saat Pilkada 2010 mendatang.


Saat konferensi pers pekan ini di Hotel Grand Papua Fakfak, Ketua Poros Pembaharuan, Edwin Rumatora, menyampaikan aliansi ini dibentuk untuk menengahi banyak persoalan yang tidak selesai pasca Pemilu Legislatif lalu, dan juga mengantisipasiKika-Cliford Ndandarmana (PAN), Edwin Rumatora (PDP), Jhon Putnarubun (PSI) dan Iskandar Tassa (PBR) kemungkinan konflik politik menjelang Pilkada 2010.


Menurut Edwin, sebelum Pilkada 2010, Poros Pembaharuan akan berupaya merebut kursi pimpinan DPRD Fakfak, alasannya, dalam aliansi ini, terdapat 5 partai politik yang terhitung memperoleh kursi DPRD Fakfak hasil pemilu 2009. Sementara itu, Cliford Hendrik Ndandarmana, Ketua Partai Amanat Nasional Kab. Fakfak menambahkan, Poros Pembaharuan sudah siap mencalonkan Wakil Bupati Fakfak, sedangkan calon wakil bupati terbuka bagi calon dari luar aliansi.


(Alex Tethool, HMS Fakfak)

Konferensi Press Poros Pembaharuan

Belasan Partai Politik di Fakfak membentuk aliansi Poros Pembaharuan untuk mencalonkan pasangan Bupati/Wakil bupati Fakfak saat Pilkada 2010 mendatang.

Saat konferensi pers pekan ini di Hotel Grand Papua Fakfak, Ketua Poros Pembaharuan, Edwin Rumatora, menyampaikan aliansi ini dibentuk untuk menengahi banyak persoalan yang tidak selesai pasca Pemilu Legislatif lalu, dan juga mengantisipasi kemungkinan konflik politik menjelang Pilkada 2010.

Kika-Cliford Ndandarmana (PAN), Edwin Rumatora (PDP), Jhon Putnarubun (PSI) dan Iskandar Tassa (PBR)

Menurut Edwin, sebelum Pilkada 2010, Poros Pembaharuan akan berupaya merebut kursi pimpinan DPRD Fakfak, alasannya, dalam aliansi ini, terdapat 5 partai politik yang terhitung memperoleh kursi DPRD Fakfak hasil pemilu 2009. Sementara itu, Cliford Hendrik Ndandarmana, Ketua Partai Amanat Nasional Kab. Fakfak menambahkan, Poros Pembaharuan sudah siap mencalonkan Wakil Bupati Fakfak, sedangkan calon wakil bupati terbuka bagi calon dari luar aliansi.

(Alex Tethool, HMS Fakfak)

Prosesi Adat Pasangan Calon Bupati/Wabup Fakfak

Prosesi Adat berSAHABAT-Said Hindom dan Ali Baham TemongmereSaat ini di Fakfak terdapat tiga pasangan bakal calon Bupati/Wabup Fakfak.
Belum lama ini, dilakukan prosesi adat salah satu pasangan. Said Hindom dan Ali Baham Temongmere, akan maju dalam Pilkada Fakfak 2010 nanti.
Banyak tokoh-tokoh adat dan warga diundang dalam prosesi ini, termasuk seluruh pimpinan SKPD dan pejabat-pejabat lainnya. Said Hindom dan Ali Baham, masing-masing saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati dan Kepala Bapeda Fakfak.

Dalam kesempatan prosesi adat ini, puluhan kalender alat peraga kampanye dibagi-bagikan kepada warga yang datang. Sebelumnya, dalam suatu kesempatan di kota Makassar Sulawesi Selatan bulan Juli lalu, Said Hindom telah menyatakan kesiapannya mencalonkan diri sebagai Bupati Fakfak, didampingi Ketua Bapeda Fakfak Ali Baham Temongmere.

(Alex Tethool, HMS Fakfak)